Allah SWT menyebutkan tamu-tamu surga. Khususnya orang-orang yang suka menyedekahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang mampu menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain.
Hal tersebut menunjukkan pentingnya akhlak luhur bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir. Bukankah muslim yang paling mulia kedudukannya di sisi Allah SWT adalah yang termulia akhlaknya? Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di jalan Allah SWT, baik di waktu lapang maupun sempit, disebut dermawan. Sementara orang bakhil adalah orang yang kikir dalam mendermakan hartanya kepada irang yang membutuhkan, sekalipun ia adalah kerabatnya sendiri. Anas bin Malik RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Dalam hati seorang muslim tak mungkin untuk mengatakan mustahil berbaur antara kekikiran dan keimanan sejati kepada Allah SWT dan hari akhir. Karena, kecintaan berlebihan terhadap harta benda adalah watak dahriyyin, yaitu orang-orang yang tak beriman pada kehidupan akhirat dan hari perhitungan (meskipun di hadapan orang lain ia mengaku beriman). Dalam sebuah ayat yang ditujukan kepada Nabi SAW, Allah SWT berfirman:
Pada kenyataannya, sebagaimana kata Imam Ali, orang bakhil akan tersingkir dari lingkungan manusia lantaran dibenci. Demikian pula, si bakhil enggan bergaul karena khawatir orang lain akan meminta sesuatu darinya, Ini sangat berbeda dengan seorang dermawan yang justru mencintai orang lain yang juga mencintainya.
Sikap saling mencintai di antara orang-orang beriman diperintahkan Allah SWT dan RasulNya, karena cinta sejati adalah mata air segar bagi kasih sayang antar sesama insan. Kasih sayang merupakan faktor yang menyebabkan seseorang masuk surga, sebagaimana disinyalir dalam Al Quran surah Al Balad:
Hal tersebut menunjukkan pentingnya akhlak luhur bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir. Bukankah muslim yang paling mulia kedudukannya di sisi Allah SWT adalah yang termulia akhlaknya? Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di jalan Allah SWT, baik di waktu lapang maupun sempit, disebut dermawan. Sementara orang bakhil adalah orang yang kikir dalam mendermakan hartanya kepada irang yang membutuhkan, sekalipun ia adalah kerabatnya sendiri. Anas bin Malik RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Kedermawanan adalah pohon surga yang dahan-dahannya berada di dunia; barangsiapa menggantungkan dirinya di salah satu dahannya, niscaya pohon itu akan mengantarkannya ke surga. Sementara kebakhilan adalah pohon di neraka yang dahannya ada di bumi; barangsiapa menggantungkan dirinya di salah satu dahannya, niscaya pohon itu akan mengantarkannya ke neraka."Imam Ali bin Abi Thalib RA berkata:
"Orang dermawan dekat dengan Allah SWT, surga, dan manusia, namun jauh dari neraka. Sedangkan orang bakhil (kikir) jauh dari Allah SWT, surga, dan manusia, namun dekat dengan neraka."Allah SWT berfirman:
"Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." [QS 59:9]Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang yang menahan diri dari bujukan dari hawa nafsunya seperti egoisme dan kikir terhadap orang lain akan memperoleh pahala dari Allah SWT dan kenikmatan surga yang abadi.
Dalam hati seorang muslim tak mungkin untuk mengatakan mustahil berbaur antara kekikiran dan keimanan sejati kepada Allah SWT dan hari akhir. Karena, kecintaan berlebihan terhadap harta benda adalah watak dahriyyin, yaitu orang-orang yang tak beriman pada kehidupan akhirat dan hari perhitungan (meskipun di hadapan orang lain ia mengaku beriman). Dalam sebuah ayat yang ditujukan kepada Nabi SAW, Allah SWT berfirman:
"Katakanlah (Muhammad), 'Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendarahaan-perbendarahaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.' Dan adalah manusia itu sangat kikir." [QS 17:100]Orang yang dimaksud ayat ini adalah orang kafir yang menyekutukan Allah SWT serta mendustakan hari kebangkitan dan hari perhitungan seraya berkata, "Sesungguhnya kehidupan itu hanyalah kehidupan dunia ini saja. Kita hidup sekali saja (di dunia) dan tiada kehidupan sesudahnya. Tiada yang bisa memberi kita kecukupan pada kita, kecuali 'masa' (dahr) itu sendiri!" Karena watak itulah mereka dijuluki dahriyyun.
Pada kenyataannya, sebagaimana kata Imam Ali, orang bakhil akan tersingkir dari lingkungan manusia lantaran dibenci. Demikian pula, si bakhil enggan bergaul karena khawatir orang lain akan meminta sesuatu darinya, Ini sangat berbeda dengan seorang dermawan yang justru mencintai orang lain yang juga mencintainya.
Sikap saling mencintai di antara orang-orang beriman diperintahkan Allah SWT dan RasulNya, karena cinta sejati adalah mata air segar bagi kasih sayang antar sesama insan. Kasih sayang merupakan faktor yang menyebabkan seseorang masuk surga, sebagaimana disinyalir dalam Al Quran surah Al Balad:
"Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan berperan untuk saling berkasih sayang. Mereka adalah golongan kanan." [QS 90:17]Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman:
"Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengannya adalah keras terhadap orang kafir, tapi berkasih sayang sesama mereka." [QS 48:29]Karena itu, surga keabadian pada hakikatnya adalah surga bagi hati. Sebelum surga bagi tubuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Gunakanlah Bahasa yang Santun