Rasulullah SAW yang berperangai lembut dan halus, harus kehilangan kakek, paman dan istrinya. Semua itu sangat membekas di lubuk hatinya. Tatkala Allah SWT memuliakannya dengan risalah Islam dan menerima wahyu (Al Quran) melalui Jibril, terdapat sejumlah ayat yang berisi perintah untuk berbakti kepada orangtua, menaati titahnya, serta memperlakukannya dengan penuh kasih sayang dan hormat. Tidak hanya sebatas itu, Allah SWT bahkan menempatkan keharusan berbakti kepada orangtua setelah keharusan beriman kepada Allah SWT dan hari akhir. Allah berfirman:
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada ibu dan bapak, kerabat-kerabat, anak-anak yatim. orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." [QS 4:36]Pertama-tama, Allah SWT memerintahkan hambaNya yang beriman untuk memujiNya atas segenap anugerah yang dilimpahkan kepadanya. Setelah itu, Dia mengharuskan bersyukur kepada orangtua. Allah berfirman:
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada orangtuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam 2 tahun. Bersyukurlah kepadaKu, dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepadaKulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikuti jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKulah kembalimu, maka Aku beritakan kepada kamu apa yang telah kamu lakukan." [QS 31:14-15]Perbuatan kufur dan menyekutukan Allah SWT merupakan dosa terbesar yang menyebabkan pelakunya kekal di neraka. Kendati demikian, Allah SWT memerintahkan setiap musim untuk memperlakukan orangtuanya dengan baik dan bergaul dengannya dengan santun, sekalipun mereka musyrik. Dengan pengertian serupa dengan ayat diatas, Allah SWT berfirman dalam surah Al Ankabut:
"Dan, Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada orangtuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah mengikuti keduanya. Hanya kepadaKulah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." [QS 29:8]Allah SWT juga berfirman:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu sekali-kali mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka, sebagaimana mereka mendidik aku sewaktu kecil."" [QS 17:23-24]Dalam ayat ini, kedudukan berbuat baik kepada orangtua berada 1 tingkat di bawah perintah menyembah Allah SWT. Seseorang diperintahkan untuk tidak menunjukkan kejemuan kepada kedua orangtuanya. Inilah yang dimaksud firman Allah SWT:\
"Maka janganlah kamu sekali-kali mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."Para mufasir sepakat bahwa kata "uff"/"ah" adalah bentuk ucapan durhaka kepada orangtua. Seandainya terdapat ucapan yang lebih rendah darinya, tentu akan disebutkan dalam firmanNya. Iman Abu Abdillah RA berkata, "Anak durhaka dapat melakukan kebajikan apapun yang dikehendakinya, tetapi tak mungkin masuk surga." Imam Abu Abdillah menyandarkan pertanyaannya pada hadis Nabi SAW, terutama yang berkaitan dengan berbuat durhaka kepada kedua orangtua. Seperti yang difirmankan Allah:
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang."Firman ini menjelaskan bahwa seorang anak harus menunjukkan kepatuhan kepada keduanya. Karena, kata dzull (merendah) dalam ayat tersebut merupakan puncak ketundukkan sang anak kepada orangtuanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Gunakanlah Bahasa yang Santun