Merasa akrab dengan gambar di sebelah kanan? Yup, saya pun begitu. Itu adalah contoh dari beragam kerusuhan yang timbul di Indonesia. Dan lama-lama kita "terbiasa" dengan kejadian tersebut. Apakah ini wajar?
Dahulu kala, bangsa kita ialah penakluk birunya lautan. Mereka terkenal dengan keakraban dan kesantunan yang terpancar dari diri mereka. Pada masa-masa itu bangsa kita menjadi buah bibir di dunia, karena kedua hal tersebut.
Tapi entah kenapa, keadaan di masa sekarang berubah hampir 180 derajat. Mayoritas masyarakat Indonesia menjadi lebih sering menyelesaikan masalah dengan cara prasejarah: bertengkar, rusuh, ribut, menumpahkan darah dsb. Sungguh memprihatinkan! Dengan embel-embel negara kepulauan terbesar yang juga memiliki suku paling beragam, tak bisa menjaga persatuan yang terukir di Pancasila.
Ayolah, jangan sering menghakimi orang dengan kekerasan! Mental bangsa pun hancur karenanya. Kita sebagai bangsa besar yang bermartabat, harus bisa mengendalikan amarah, yang menghasilkan perselisihan dan bahkan pertumpahan darah. Pakai cara yang lebih manusiawi untuk mengakhiri masalah seperti musyawarah. Bukankah hal ini telah tercatat di buku pelajaran kita?
Jika yakin bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa berakal, gunakan akal itu. Pikir dan renungkan semua masalah, dan temukan solusi tepat menurut akal sehat. Bukannya malah menumpuk masalah dengan kekerasan, penyiksaan yang telah menjamur di Nusantara. Ingatlah, tiada masalah yang tak dapat diselesaikan. Maka dari itu, mulai dari sekarang berubahlah menjadi insan berbudi luhur sebelum nasi menjadi bubur!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Gunakanlah Bahasa yang Santun