Kamis, 30 Agustus 2012

Menahan Amarah

Kita sebagai insan diharuskan meredam amarahnya saat dibakar nafsu. Untuk itu, tentu diperlukan "air" yakni jihad memerangi hawa nafsu (jihad an nafs). Dalam hal ini, siapa saja yang mampu menahan amarahnya, mendapatkan pahala besar di sisi Allah SWT. Allah berfirman:

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan( orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. [QS 3:133-134]
 
Orang yang mampu mengendalikan amarahnya dan tidak pernah berniat membalas dendam terhadap orang yang mengusiknya, lalu bersabar dan menahan amrahahnya demi mengharap ridha dari Allah SWT, akan memperoleh pahala besar di sisiNya. Dengan demikian kita dapat memahami tentang betapa pentingnya akhlak bagi orang beriman yang mengharapkan kebahagiaan di dunia dan pahala di akhirat. Karena Allah SWT menggolongkan orang-orang yang mampu menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain sebagai orang-orang bertakwa. Mereka itulah orang yang akan masuk surga Insya Allah.

Agar mampu menahan amarah, seseorang harus berlatih agar tidak mudah menyerah pada bisikan setan. Cara terbaik untuk mewujudkannya sebagaimana disabdakan Nabi SAW, adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan tatkala emosinya memuncak. Selain itu, orang beriman seharusnya menjadikan kesantunan Rasulullah SAW sebagai lentera yang menerangi kehidupan.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gunakanlah Bahasa yang Santun